Siapa Bilang Produk Berestetika Tidak Nyaman? Bisa Kok.


 

Anda bingung mencari furniture yang unik namun tetap ergonomi? Tak perlu khawatir, kami akan berikan inspirasi tentang beberapa furniture yang di ciptakan oleh desainer di Indonesia

 

Inilah beberapa produk yang dihasilkan oleh beberapa desainer furniture di Indonesia

1. Lolap Bench by Rheinaldo Elim

Foto : dok. Rheinaldo Elim

C:UsersAcerAppDataLocalMicrosoftWindowsINetCacheContent.Word1561059156981.jpg

Foto : dok. Rheinaldo Elim

Lolap Bench memiliki bingkai besi melengkung. Konsep pada bench ini terinspirasi dari kekuatan, kebersamaan, dan kecepatan dari penjual lontong balap yang saling berkompetisi untuk mencari pembeli. Kecepatan penjual dalam mencari pembeli bersifat dinamis ( adanya pergerakan untuk mencapai tujuan ) pergerakan ini lah yang diterapkan kedalam bentuk desain bench tersebut. Shape yang digunakan adalah bentuk statis ( persegi )

Kelebihan dari bench ini adalah tidak hanya menjadi kursi untuk diduduki, namun kursi ini juga memiliki fungsi tambahan yaitu untuk menyimpan barang bawaan penggunanya pada bagia samping dan bawah dudukan. Kursi dengan konsep ini bisa ditempatkan di tempat umum, seperti di ruang tunggu bandara, ruang tunggu terminal bus, maupun ruang tunggu stasiun kereta api. Dengan ukuran W1600 H830 L470 mm tentunya akan sangat nyaman jika diduduki, dan dapat mewadahi barang bawaan dari pengguna kursi ini.

2. Doeloe Lounge Chair by Abie Abdillah

Foto : Behance

Foto : Behance

Gagasan untuk menciptakan karya Doeloe Lounge Chair muncul ketika Abie senang dengan sebuah gambar indah di Jakarta pada tahun 1970-an. Sejak ia lahir pada tahun 1986, ia menjelaskan bahwa ia “tidak pernah merasakan” klasik dan segar dengan langit biru Jakarta. Sehingga membuat Abie bertanya-tanya bagaimana rasanya tinggal di Jakarta pada tahun 1970-an, ketika masih ada banyak tempat hijau yang tersebar di sepanjang kota. Dari keinginan untuk hidup pada waktu yang tidak pernah saya rasakan, saya ingin membuat furnitur yang mengambil bentuk yang menyerupai waktu itu. Dan inilah mengapa Kursi Doeloe Lounge dibuat.

Doeloe (baca: dulu) berarti “waktu yang telah berlalu.” Terinspirasi oleh desain “Oplet” (dimodifikasi dari desain Morris atau Austin van), merupakan kendaraan angkutan umum yang digunakan di Jakarta pada 1930-an hingga 1979. Menggunakan bahan rotan, yang dianggap sebagai bahan klasik, “doeloe” dimaksudkan untuk mewakili perasaan saya untuk hidup pada waktu yang saya harap bisa saya miliki. Doeloe Lounge Chair yang berbahan rattan natural memberikan kesan tropis yang kuat serta menjanjikan kenyamanan sebagai prioritas utama, Doeloe Lounge Chair memperhatikan nilai desain ergonomis yang cocok untuk menopang dudukan dan punggung pengguna. Dudukan yang presisi pun dapat membuat pengguna merasakan rileks, seperti sedang bersantai layaknya sedang berlibur di pulau tropis. Bingkai rotan dengan tempat duduk berlapis dan sandaran 1100 x 1000 x 800 mm, sudah pasti sangat nyaman buat kalian yang menggunakan kursi ini.

3. The Malya Dining Chair by Alvin Tjitrowirjo

alvin-t-furniture-rattan_dezeen_2364_col_1

Foto : Dezeen

alvin-tjitrowirjo-rattan-furniture_dezeen_2364_col_3

Foto : Dezeen

The Malya Dining Chair memiliki bingkai rotan melengkung. Semua barang dalam koleksi seluruhnya terbuat dari rotan, dan bahan kayu alami yang berasal dari pohon-pohon palem.

Bahan ini secara tradisional ditenun menjadi string atau tekstil untuk digunakan dalam furnitur dan peralatan rumah tangga, tetapi juga bisa menjadi kayu solid. Potongan-potongan Tjitrowirjo menampilkan balok-balok rotan padat yang telah dibengkokkan menjadi bentuk-bentuk geometris. Dengan ukuran W770 H850 D600 mm tentunya akan sangat nyaman jika diduduki, dan mudah untuk dipindah-pindah karena sifat rotan yang ringan selain itu di era modern yang terus berkembang, dan aktivitas manusia yang semakin dinamis seringkali terhambat oleh produk-produk furniture yang memiliki sistem konstruksi built-in yang rumit sehingga dibutuhkan furniture yang mudah untuk dipindah-pindah. Kursi ini memiliki estetika yang bagus dengan adanya lengkungan-lengkungan pada bagian sandaran dan armrest. Kursi ini biasanya ditempatkan pada ruang makan.

4. Luwes Rattan Bench by Zulyo Kumara Pratama

Foto : dok. Zulyo Kumara

C:UsersAcerAppDataLocalMicrosoftWindowsINetCacheContent.WordINL_2288.jpg

Foto : dok. CASA Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa material rotan memiliki sifat yang lentur dan sejatinya mudah untuk dibentuk sesuai dengan keinginan orang yang mengolahnya. Melalui desain produk Luwes Rattan Bench, saya ingin memberikan persepsi baru tentang kekhasan material rotan, yang pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar orang Indonesia masih memandang rotan dengan sebelah mata, padahal material ini punya banyak potensi untuk dieksplorasi dan diolah. Selain itu lebih dari 85% kebutuhan rotan dunia dihasilkan oleh hutan Indonesia yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. ”

Dalam karyanya ini, Zulyo Kumara membutuhkan ekstra waktu dan perhatian untuk menciptakan karya desain ini, dan ingin menampilkan harmonisasi antara teknik anyaman secara tradisional dan teknik modern, terlihat pada dua material yang digunakan yaitu, rotan dan besi yang merepresentasikan keselarasan antara modernitas dan tradisi lokal. Bentuknya yang mencuri perhatian membuat produk ini dinamakan Luwes ini memang nampak sederhana, namun di sisi lain kursi ini tampak elegan dan dengan tegas memperlihatkan kelenturan dari bahan rotan. Dapat dilihat dari gambar diatas penggunaan material roatan jauh dari citra kuno, karena adanya kombinasi beberapa elemen yang mungkin menurut beberapa orang dianggap bertentangan.

 

The post Siapa Bilang Produk Berestetika Tidak Nyaman? Bisa Kok. appeared first on Majalahasri.com.



Source link