Pesona rumah joglo


Arsitektur tradisional di Indonesia sangat beragam, namun khusus di
Pulau Jawa keberadaan rumah tradisional sangat memprihatinkan. Hal ini
terbukti dari banyaknya rumah-rumah tradisional diperjualbelikan kepada
pihak luar, sehingga jumlah rumah tradisional seperti rumah joglo, rumah
Kudus dan rumah tradisional yang lainnya semakin berkurang.

Hal inilah yang menjadi pemikiran bagi wanita yang sejak kecil sangat
mencintai benda seni, Otty Hariprihatini. Kecintaan Otty ini sudah
dimulai sejak duduk di bangku kuliah. Semua barang yang “diburunya” dari
beberapa daerah di pulau jawa itu dikumpulkannya dan menjadi benda
koleksinya sampai sekarang.

“ Keinginan saya dan suami yang juga sama-sama mencintai benda seni,
ingin menjadikan rumah joglo yang kami miliki dibangun untuk ditempati
sebagai rumah tinggal” ujar Otty tentang koleksi rumah joglonya. Maka di
atas lahan seluas empat hektare inilah semua koleksi rumah
tradisionalnya dibangun, diantaranya rumah joglo (Solo) dan rumah Kudus.

Rumah joglo yang didapat dari Purwodadi sekitar 20 tahun yang lalu
ini, yang berfungsi sebagai joglo utama yaitu untuk tempat pertemuan
keluarga besar. Semua perlengkapan dan dekorasi interior pun disesuaikan
dengan bentuk rumahnya, bernuansa tradisional Jawa. Hampir semua
material di sini berbahan dasar kayu.

Fungsi hiasan pada suatu bangunan adalah untuk memberi keindahan.
Pada orang Jawa, hiasan rumah banyak diilhami oleh flora, fauna dan
alam. Ragam hias yang ada baik di rumah joglo maupun yang terdapat di
benda lainnya mempunyai makna tersendiri sehingga tidak sembarangan
orang dapat mengaplikasikannya pada ruangan. Namun, di rumah ini kita
bagaikan diingatkan kembali pada masa-masa lalu yang indah dan damai
bagaikan kita berada di desa yang damai dan tentram.

KREDIT

Lokasi: Balemong, Jalan Pattimura No. 1B Sisemut. Ungaran 50511 – Jawa Tengah
Penulis: Denyza Sukma
Fotografer: Ahkamul Hakim

The post Pesona Rumah Joglo appeared first on Majalah Griya Asri.



Source link