Warna untuk Psikologi Anak

Warna untuk Psikologi Anak

Warna memang tidak pernah lepas dari dunia interior, apalagi untuk anak-anak. Selain menarik untuk dipandang mata, ternyata warna juga bisa mempengaruhi psikologis anak lho! Seperti apa warna yang cocok untuk psikologi anak? Yuk sobat kita perhatikan:

Merah

(Kid Bedroom with Red Color. Source: by Leony)

Warna merah merupakan representasi dari amarah, rasa bahaya, passion dan kehangatan. Warna merah ini memiliki kemampuan untuk merangsang serta dapat meningkatkan denyut jantung dan memberikan energi pada tubuh.

Namun bila warna cat kamar anak menggunakan terlalu banyak warna merah, maka dapat mendorong perilaku agresif dan mengurangi rasa fokus pada anak. Warna merah bagus sebagai aksen saja, jangan sebagai cat dominan. Kalau tipe anaknya sering gelisah, lebih baik hindari penggunaan warna ini ya!

 

Oranye

(Kid Bedroom with Orange Color. Sourcer: by Leony)

Oranye merupakan warna yang terang, ceria dan juga ramah. Warna ini mampu meningkatkan komunikasi dan sosialisasi bagi anak-anak lho. Warna cat oranye ini akan membuat anak menjadi lebih kooperatif, ekstrovert, dan tampil lebih percaya diri tentunya.

Namun dibalik hal positif ini, tentunya jangan digunakan berlebihan ya. Ada efek sampingnya nih, kalua terlalu over bisa buat anak jadi merasa jengkel dan tidak ramah.

 

Kuning

(Kid Bedroom with Yellow Color. Source: by Leony)

Warna kuning ini mampu membangun pikiran positif, optimis dan membuat jadi lebih energik lho. Selain itu juga bisa meningkatkan konsentrasi dan membuat ingatan memori anak-anak menjadi lebih baik.

Tapi kalau warna ini digunakan terlalu banyak, bisa membuat anak menjadi marah dan warna ini tidak cocok dipakai kalau si anak suka melawan jam tidur ya!

 

Hijau

(Kid Bedroom with Green Color. Source: by Leony)

Warna hijau membuat anak menjadi lebih stabil dan memiliki daya tahan yang bagus. Tidak salah lagi, karena pada dasarnya warna hijau memberikan kita rasa tenang seperti berada di alam yang segar. Warna ini juga berdampak pada psikologi … Read the rest