RAHASIA APARTEMEN MUNGIL MUAT BANYAK ISI

RAHASIA APARTEMEN MUNGIL MUAT BANYAK ISI

Apartemen saat ini sudah menjadi alternatif tempat hunian yang banyak diminati oleh masyarakat perkotaan. Pada umumnya, apartemen memiliki ukuran yang tidak terlalu luas sehingga tidak memiliki cukup ruang untuk menyimpan banyak barang. Kondisi apartemen yang memiliki banyak barang dan berantakan dapat memberi kesan ruangan terasa penuh dan semakin sempit.

 

Kehadiran storage atau yang biasa dikenal dengan lemari penyimpanan menjadi salah satu cara praktis menyimpan barang pada apartemen. Cara penempatan dan pemilihan desain storage yang tepat dapat menciptakan ruangan yang rapi dan sedap dipandang mata. Penasaran bagaimana cara membuat storage apartemen yang menarik dan fungsional? Berikut 3 cara mudah menghadirkan storage apartemen mungil yang muat banyak isi!

 

  1. Pilihlah Desain Simple

Desain yang simple menjadi salah satu ciri dari gaya minimalis. Gaya minimalis yang sederhana dan fungsional menjadi pilihan tepat karena dapat membuat ruangan terasa lebih luas dan melegakan. Selain itu, desain storage yang simple memiliki banyak kelebihan karena dapat lebih efisien untuk menyimpan lebih banyak barang.

 

  1. Maksimalkan Ukuran Storage

Sebagian besar orang hanya meletakkan lemari dalam apartemen tanpa memikirkan bentuk, ukuran, dan fungsinya. Buatlah desain storage dengan ukuran yang sesuai kebutuhan. Plafon apartemen yang cukup tinggi dapat menjadi nilai plus karena tinggi storage / lemari dapat dimaksimalkan hingga mencapai plafon. Hasilnya, ruang untuk menyimpan barang menjadi lebih banyak dan apartemen terlihat lebih rapi.

 

  1. Letakkan Storage pada Sudut Ruangan

Posisi letak storage sangat mempengaruhi bentuk, ukuran, dan efisiensi tempat untuk menyimpan barang. Selain terlihat menarik, meletakkan storage pada sudut ruangan menjadi pilihan yang paling tepat karena dapat menghemat tempat. Desain storage juga dapat digabungkan dengan furniture lain seperti meja, rak, dan ambalan. Tujuannya adalah storage dapat menyimpan banyak barang dan terlihat serasi dengan desain lain disekitarnya. Desain storage yang unik ini dapat menyejukkan mata sekaligus membuat apartemen terlihat lebih menarik.

 

Tidak susah bukan untuk menghadirkan storage pada apartemen … Read the rest

Exposed Material & Unfinished Look

Exposed Material & Unfinished Look

Asep Awaluddin yang merupakan seorang arsitek sekaligus pemilik rumah
sudah menempati rumah ini selama dua tahun bersama keluarga kecilnya.
Meskipun membangun di atas lahan seluas 144 m2, Asep tetap berusaha
untuk memenuhi kebutuhan aktivitas dan ruang untuk keluarga kecilnya
tersebut.

Dalam rancangannya, arsitek menghadirkan setiap ruang-ruangnya dalam
luasan yang memadai sehingga tetap terasa nyaman untuk beraktivitas.
Selain hadir dalam ruang-ruang yang serba-terbuka dengan pola ruang yang
mengalir, salah satu solusi menghadirkan ruang-ruang yang memadai
tersebut adalah dengan ìpermainanî split level. Hal ini terlihat pada
pembagian zona ruang ke dalam dua lantai yang disisipi juga dengan dua
level mezanin.

Salah satu hal yang membuat rumah ini terlihat berkarakter adalah
tampilan akhir pada rumah modern tropis ini. Untuk memberikan ìnyawaî
pada bangunan tropis, arsitek banyak memilih material alam ekspos pada
tampilan akhirnya. Adapun sentuhan unfinished yang sengaja dihadirkan
memberikan kesan yang lebih memikat dan unik.

Pada fasad bangunannya, selain aplikasi batu andesit, batu kali yang
disandingkan dengan beton ekspos dan batu bata merah ekspos dari
Cikarang memberikan aksen tersendiri di antara warna monokrom yang
dominan.

Pada bagian dalam, aplikasi material ekspos dengan sentuhan
unfinished tetap dapat ditemui. Namun, untuk memberikan kesan yang lebih
nyaman, arsitek banyak menggunakan material kayu. Misalnya, untuk
aplikasi pada lantai dan pada furniturnya.

Entrance rumah dihubungkan dengan area foyer yang dilengkapi dengan dua kursi sebagai area transisi yang menghubungkan dengan ruang-ruang dalam inti pada rumah ini.
Hubungan ruang antara area makan dan dapur. Desain ruang makan menghadirkan sensasi makan di ruang terbuka melalui aplikasi atap skylight.
Batasan pada ruang menonton TV dengan area lainnya dibedakan dengan split level setinggi 40 cm. Selain itu, arsitek juga bermaksud memberikan ruang yang lebih luas pada area bawah tangga sehingga dapat digunakan untuk area penyimpanan (storage).
Area kantor yang dihadirkan pada ruang mezanin. Material beton ekspos pada dinding dan plafon yang memberikan kesan rustic diimbangi dengan material bernuansa kayu.

KREDIT

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim

The post Exposed Material & Unfinished Look appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest