Desain Apartemen Personal & Berkelas

Desain Apartemen Personal & Berkelas

Bagaimana menciptakan hunian yang nyaman untuk beristirahat dan
mengakomodasi kebutuhan penghuninya? Bagaimana menata ruang yang sempit
seperti apartemen untuk kenyaman maksimal pemiliknya?

Hunian berupa apartemen yang berada di lantai dasar ini dapat menjadi inspirasi desain rumah yang nyaman.

Membangun Kesan Natural di Apartemen

Apartemen seluas 140 m2 ini berada di area ground floor sehingga dapat menikmati taman yang ada di sekitarnya.

Awalnya pemilik unit apartemen ini menginginkan apartemennya ditata
dengan langgam gaya minimalis. Tema “futuristik” yang identik dengan
karakter clean looks dengan menggunakan material modern seperti kaca dan
logam menjadi pilihan sang pemilik unit apartemen. Di sisi lain,
pemilik apartemen menghendaki sentuhan natural sehingga hunian terkesan
nyaman.

Untuk memenuhi harapan pemilik, arsitek mengembangkan konsep desain
berbasis gaya Zen ala Jepang, dengan beberapa penyesuaian dalam beberapa
hal.

Untuk melengkapi komposisi dinding berbahan material glossy
travertine yang disukai pemilik, arsitek memberikan aksentuasi dengan
cara menambahkan unsur batu alam pada salah satu dinding ruang duduk dan
salah satu dinding kamar tidur.

Selain itu, arsitek menggunakan elemen kayu solid pada furnitur
seperti perangkat set meja makan, pelapis kitchen cabinet, dan beberapa
furnitur built in dan loose furniture. Furnitur kayu tersebut di-finish
water base sehingga tetap terlihat karakter naturalnya dan secara tidak
langsung dapat tampil sebagai artwork yang indah.

KREDIT

Penulis: Mufliah Nurbaiti
Fotografer: M. Ifran Nurdin
Co-writer: Sumardiono

The post Desain Apartemen Personal & Berkelas appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest

Aquaponik

Benarkah Bercocok Tanam Jadi Lebih Mudah Dengan Sistem Aquaponik?

Budidaya tanaman dengan sistem aquaponik
pada prinsipnya hampir sama dengan sistem hidroponik yaitu
membudidayakan tanaman pada media bukan tanah, melainkan pada media air.
Bedanya, pada sistem aquaponik sumber nutrisi yang diberikan untuk
tanaman merupakan nutrisi dari bahan organik karena media tanamnya
terintegrasi dengan kolam yang diisi dengan ikan peliharaan. Air yang
mengandung kotoran ikan dengan kandungan amonia oleh mikroba akan diubah
menjadi nitrat sebagai sumber nutrisi yang dialirkan masuk ke dalam
sistem perakaran tanaman.

Selanjutnya, air yang keluar dari sistem
perakaran dan kaya akan oksigen diputarkan kembali masuk ke dalam kolam
sebagai asupan oksigen dan udara bersih untuk ikan. Kedua unsur itu
dibutuhkan oleh plankton yang juga menjadi sumber makanan ikan sehingga
pertumbuhan ikan di dalam kolam pun menjadi lebih cepat.

Prinsip
sederhana ini bisa diimplementasikan dalam beragam cara aplikasi
tanaman yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, kesediaan
ruang, aspek keindahan, dan jenis tanaman yang ditanam. Dalam bentuk vertical garden misalnya, diaplikasikan pada dinding atau diaplikasikan untuk memisahkan dua ruang dengan fungsi yang berbeda.

Pada aplikasi tanaman ini pipa paralon dalam posisi horizontal yang disusun bertingkat ke atas menjadi media planter untuk tanaman. Pipa paralon bisa ditutup lagi dengan planter box, yang ibaratnya berfungsi sebagai pot untuk mempercantik visualisasi tanaman.

Ada pula aplikasi tanaman yang dibiarkan
terbuka karena lebih menekankan pada fungsi dan peran apa adanya,
khususnya untuk tanaman sayur-sayuran. Pipa paralon juga bisa disusun
dalam susunan vertikal dengan bukaan ke kiri dan bukaan ke kanan sebagai
media planter sehingga secara keseluruhan terlihat menyerupai percabangan pohon.

Jenis tanaman yang digunakan dalam
sistem ini disesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan. Namun, biasanya
budidaya aquaponik banyak digunakan untuk menanam sayur-sayuran dalam
skala kecil yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan makanan sehari-hari.
Sayur-sayuran yang ditanam sekali panen misalnya selada, kangkung, pakcoy,
dan stroberi juga bisa ditanam dengan teknik ini. Dengan sistem
aquaponik, sekali tanaman ditanam … Read the rest