Bersantap ala Masakan Mitoha

Bersantap ala Masakan Mitoha

Mitoha dalam bahasa Sunda artinya adalah mertua. Bersantap serasa
berada di rumah mertua, serasa di rumah (asa aya di imah mitoha, asa di
imah euy) adalah ungkapan yang dibuat di Pare Anyar, sebuah restoran
khas Sunda yang berada di kawasan Cipayung, Bogor. Restoran yang
menyajikan msakan khas Cianjur dan berdiri di atas lahan seluas 1000 m2
ini dibangun dengan konsep rumah terbuka ala saung khas rumah Jawa
Barat.

Bangunan restoran Pare Anyar semula bukanlah sebuah restoran, tetapi
“rumah singgah keluarga Linda Mandalina, pemilik restoran ini, yang
hampir setiap minggu harus melakukan perjalanan Jakarta-Cianjur.

Kegiatan yang kerap dilakukan di Jakarta membuat ibu dia anak ini
memutuskan untuk membeli sebidang tanah di Cipayung dan kemudian
memunculkan ide untuk mendirikan restoran khas masakan Sunda, atau lebih
spesifik lagi masakah khas Cianjur.

Dalam pentaan interior restoran, Lina banyak memanfaatkan furnitur
dan elemen interior peninggalan orang tua dan mertuanya. Contohnya,
seperangkat kursi bemo, lemari hias, bufet, dan pernak-pernik milik
keluarga yang bergaya vintage.

Semua koleksi keluarga itu dimanfaatkan Linda untuk mendekorasi
restoran ini sehingga suasananya serasi dengan makanan yang disajikan.

“Saya juga hunting ke daerah lain untuk mencari furnitur antik dan
mencari gelondongan kayu untuk dibuat furnitur karena saya saya menyukai
kayu,” ujar Linda tentang furnitur yang terdapat di dalam restorannya.

Area makan indoor yang juga memanfaatkan furnitur koleksi keluarga.

Area makan yang ditata dengan konsep terbuka terasa sangat akrab bagi pengunjung.

Area makan yang ditata dengan konsep terbuka terasa sangat akrab bagi pengunjung.

Suasana restoran yang didominasi oleh furnitur kayu membuat suasana terasa sangat homey.

Suasana restoran yang didominasi oleh furnitur kayu membuat suasana terasa sangat homey.

Area resepsionis.

Area resepsionis.

Suasana restoran yang didominasi oleh furnitur kayu membuat suasana terasa sangat homey.

Suasana restoran yang didominasi oleh furnitur kayu membuat suasana terasa sangat homey.

Display makanan untuk prasmanan.

Display makanan untuk prasmanan.

Aneka makanan yang disajikan.

Aneka makanan yang disajikan.

Paket makanan seperti ini lebih praktis penyajiannya.

Paket makanan seperti ini lebih praktis penyajiannya.

Linda Mardalina sang pemilik restoran.

Linda Mardalina sang pemilik restoran.

The post Bersantap ala Masakan Mitoha appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest

FLICK HOUSE

Desain Flick House Berkonsep Green Architecture

Berangkat dari memori klien masa lampau, di tempat kelahiran pemilik yaitu Jawa Tengah. Klien menginginkan kami untuk mendesain sebuah rumah yang terkesan humble dan hangat. Klien dan Arsitek pun sepakat untuk menggunakan bata sebagai material utama dari Flick House karena dirasa memiliki filosofi humble dan hangat.

Menurut owner, bata memiliki kekutan untuk membuat rumah
yang besar menjadi tidak sungkan untuk dikunjungi

Dari material utama tersebut, kemudian Arsitek memilih Green
Architecture sebagai konsep utama yang harus diaplikasikan dalam Flick House.

Flick House
Flick House

Konsep Green Architecthure dimaksudkan agar udara dan cahaya
yang masuk dapat di maksimalkan dengan sangat baik.

Konsep Green Architechture di dalam Flick House ini
diaplikasikan dalam beberapa bagian rumah, baik area indoor maupun outdoor.

GARDEN

Flick House memiliki 4 taman didalamnya, Taman Utama, taman
private, taman melayang di dan Innercourt

Flick House
Flick House

Taman utama berbatasan langsung dengan ruang keluarga dan
dibatasi dengan pintu sliding besar yang dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

Keberadaan Pintu sliding besar ini membuat udara dapat masuk
dengan sangat baik dan mengalir ke seluruh ruangan lantai 1 terutama ruang
bersantai keluarga

Flick House
Flick House

Taman private berada di area kamar tidur utama. Taman ini
diperuntukan untuk bersantai pemilik sehingga tidak perlu menuju ke taman utama
saat berada di kamar. Uniknya taman ini berbatasan dengan taman utama , hanya
dibatasi oleh kolam ikan

Taman melayang berada di lantai 2, taman ini memiliki pintu
sliding besar sama seperti yang ada pada lantai 1, sehingga udara bisa mengalir
ke ruangan-ruangan yang ada di lantai 2.

Keberadaan taman menyebabkan decrease macro temperature sehingga tercipta sirkulasi udara ideal yang mengakibatkan kesejukan didalam rumah

Taman yang terakhir adalah Innercourt. Innercourt merupakan taman kecil yang berada di dalam rumah.

Berisikan batu tabur dan sebuah pohon, innercourt juga
berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalam Flick House.

Innercourt memiliki jendela yang berada terbuka tepat
diatasnya. Fungsi jendela ini adalah untuk keluarnya … Read the rest

Exposed Material & Unfinished Look

Exposed Material & Unfinished Look

Asep Awaluddin yang merupakan seorang arsitek sekaligus pemilik rumah
sudah menempati rumah ini selama dua tahun bersama keluarga kecilnya.
Meskipun membangun di atas lahan seluas 144 m2, Asep tetap berusaha
untuk memenuhi kebutuhan aktivitas dan ruang untuk keluarga kecilnya
tersebut.

Dalam rancangannya, arsitek menghadirkan setiap ruang-ruangnya dalam
luasan yang memadai sehingga tetap terasa nyaman untuk beraktivitas.
Selain hadir dalam ruang-ruang yang serba-terbuka dengan pola ruang yang
mengalir, salah satu solusi menghadirkan ruang-ruang yang memadai
tersebut adalah dengan ìpermainanî split level. Hal ini terlihat pada
pembagian zona ruang ke dalam dua lantai yang disisipi juga dengan dua
level mezanin.

Salah satu hal yang membuat rumah ini terlihat berkarakter adalah
tampilan akhir pada rumah modern tropis ini. Untuk memberikan ìnyawaî
pada bangunan tropis, arsitek banyak memilih material alam ekspos pada
tampilan akhirnya. Adapun sentuhan unfinished yang sengaja dihadirkan
memberikan kesan yang lebih memikat dan unik.

Pada fasad bangunannya, selain aplikasi batu andesit, batu kali yang
disandingkan dengan beton ekspos dan batu bata merah ekspos dari
Cikarang memberikan aksen tersendiri di antara warna monokrom yang
dominan.

Pada bagian dalam, aplikasi material ekspos dengan sentuhan
unfinished tetap dapat ditemui. Namun, untuk memberikan kesan yang lebih
nyaman, arsitek banyak menggunakan material kayu. Misalnya, untuk
aplikasi pada lantai dan pada furniturnya.

Entrance rumah dihubungkan dengan area foyer yang dilengkapi dengan dua kursi sebagai area transisi yang menghubungkan dengan ruang-ruang dalam inti pada rumah ini.
Hubungan ruang antara area makan dan dapur. Desain ruang makan menghadirkan sensasi makan di ruang terbuka melalui aplikasi atap skylight.
Batasan pada ruang menonton TV dengan area lainnya dibedakan dengan split level setinggi 40 cm. Selain itu, arsitek juga bermaksud memberikan ruang yang lebih luas pada area bawah tangga sehingga dapat digunakan untuk area penyimpanan (storage).
Area kantor yang dihadirkan pada ruang mezanin. Material beton ekspos pada dinding dan plafon yang memberikan kesan rustic diimbangi dengan material bernuansa kayu.

KREDIT

Penulis: Qisthi Jihan
Fotografer: Ahkamul Hakim

The post Exposed Material & Unfinished Look appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest

Pesona rumah joglo

Pesona Rumah Joglo

Arsitektur tradisional di Indonesia sangat beragam, namun khusus di
Pulau Jawa keberadaan rumah tradisional sangat memprihatinkan. Hal ini
terbukti dari banyaknya rumah-rumah tradisional diperjualbelikan kepada
pihak luar, sehingga jumlah rumah tradisional seperti rumah joglo, rumah
Kudus dan rumah tradisional yang lainnya semakin berkurang.

Hal inilah yang menjadi pemikiran bagi wanita yang sejak kecil sangat
mencintai benda seni, Otty Hariprihatini. Kecintaan Otty ini sudah
dimulai sejak duduk di bangku kuliah. Semua barang yang “diburunya” dari
beberapa daerah di pulau jawa itu dikumpulkannya dan menjadi benda
koleksinya sampai sekarang.

“ Keinginan saya dan suami yang juga sama-sama mencintai benda seni,
ingin menjadikan rumah joglo yang kami miliki dibangun untuk ditempati
sebagai rumah tinggal” ujar Otty tentang koleksi rumah joglonya. Maka di
atas lahan seluas empat hektare inilah semua koleksi rumah
tradisionalnya dibangun, diantaranya rumah joglo (Solo) dan rumah Kudus.

Rumah joglo yang didapat dari Purwodadi sekitar 20 tahun yang lalu
ini, yang berfungsi sebagai joglo utama yaitu untuk tempat pertemuan
keluarga besar. Semua perlengkapan dan dekorasi interior pun disesuaikan
dengan bentuk rumahnya, bernuansa tradisional Jawa. Hampir semua
material di sini berbahan dasar kayu.

Fungsi hiasan pada suatu bangunan adalah untuk memberi keindahan.
Pada orang Jawa, hiasan rumah banyak diilhami oleh flora, fauna dan
alam. Ragam hias yang ada baik di rumah joglo maupun yang terdapat di
benda lainnya mempunyai makna tersendiri sehingga tidak sembarangan
orang dapat mengaplikasikannya pada ruangan. Namun, di rumah ini kita
bagaikan diingatkan kembali pada masa-masa lalu yang indah dan damai
bagaikan kita berada di desa yang damai dan tentram.

KREDIT

Lokasi: Balemong, Jalan Pattimura No. 1B Sisemut. Ungaran 50511 – Jawa Tengah
Penulis: Denyza Sukma
Fotografer: Ahkamul Hakim

The post Pesona Rumah Joglo appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest

A Lifestyle SOHO

A Lifestyle SOHO

Akhir-akhir ini pembangunan apartemen berukuran kecil semakin marak.
Hal ini sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat kota, terutama di
kalangan eksekutif dan keluarga muda yang menginginkan hidup efisien
dan praktis dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Salah satu terobosan itu adalah menggabungkan fungsi tempat tinggal
dengan tempat kerja atau tempat usaha (Small Office Home Office-SOHO)
dalam satu lokasi. Hal ini merupakan keunggulan sebuah apartemen yang
berlokasi di jantung Kota Surabaya, interior show unit apartemen yang
berada dalam kawasan Ciputra World.

SOHO yang didesain oleh konsultan internasional dari Singapura ini
berkonsep mezanin yang merupakan solusi bagi entrepreneur, pengusaha
jasa, dan profesional muda yang menginginkan ruang kerja yang modern,
praktis, nyaman, dan berfasilitas lengkap. SOHO yang berlokasi di
Surabaya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibangun di area
tersebut.

SOHO ini didesain dengan konsep loft dengan interior mewah setinggi 5,6 m yang memiliki pemandangan yang
spektakuler seperti city view, golf view, mountain view, dan sea view yang indah.

soho2
soho3

KREDIT

Penulis: Denyza Sukma
Fotografer: M. Ifran Nurdin

The post A Lifestyle SOHO appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest

Desain Rumah dengan Komposisi Ruang Dinamis

Desain Rumah dengan Komposisi Ruang Dinamis

Gagasan desain rumah yang berlokasi di kawasan kompleks Solo Baru,
Solo, Jawa Tengah ini berawal dari keinginan pemilik rumah untuk
memiliki hunian modern tropis dengan suasana relaks tetapi tetap menjaga
privasi.

Selain itu, pemilik rumah memiliki kebutuhan ruang yang banyak,
diantaranya kamar-kamar tidur dengan pemandangan ke arah kolam renang
dan area keluarga berkumpul baik indoor maupun outdoor untuk tempat
bersantap serta ruang menonton TV. Pemilik rumah juga menginginkan
ruang-ruang pendukung seperti area hiburan berupa ruang untuk melakukan
yoga ataupun gudang yang luas untuk tempat menyimpan barang bisnis
pemilik rumah.

Berbagai keinginan pemilik rumah ini didiskusikan bersama arsitek
muda Arie Wibowo yang dipercaya untuk mengembangkan desain pada lahan
seluas 800 m2. Adapun konstruksi dan desain interiornya dikerjakan
sendiri oleh pemilik rumah.

Proses Awal Desain Rumah

Pada tahap awal, arsitek mengolah kondisi lahan yang memanjang dan
diapit oleh jalan di muka bangunan juga di belakang bangunan sedangkan
bagian barat lahan terpapar terik cahaya matahari.

Untuk mengatasi hal ini, arsitek merancang massa bangunan menyerupai
huruf L yang memanjang ke belakang. Ruang-ruang utama ditempatkan di
lantai atas sedangkan ruang penunjang berada di lantai dasar.

Keunikan dari desain rumah ini terletak pada komposisi massa bangunan
dan eksplorasi material bangunan modern, serta susunan ruang nan
dinamis.

Ruang-ruang utama dalam desain rumah ini ditempatkan di lantai atas
sedangkan ruang penunjang berada di lantai dasar. Wujud massa bangunan
didominasi oleh komposisi kubus geometris yang “lugas”, sesuai dengan
citra hunian modern. Bagian belakang massa bangunan sengaja di-rotate
150 agar posisi bangunan tegak lurus terhadap arah utara sehingga
menghindari masuknya terik cahaya matahari ke dalam hunian.

Sisi barat dan fasad bangunan didesain solid tanpa bukaan tetapi
tetap dilengkapi dengan secondary skin yang meredam terik cahaya
matahari. Di area entrance, arsitek berupaya menjaga privasi pemilik
rumah dengan cara merancang selasar, pintu masuk utama dan ruang tamu
yang terpisah dari ruang-ruang lain. … Read the rest

Desain Akuarium Fantasi, Cantik Tanpa Perlu Repot

Desain Akuarium Fantasi, Cantik Tanpa Perlu Repot

Akuarium merupakan salah satu elemen
dekoratif yang mampu ‘menghidupkan’ suasana ruang. Namun sayangnya
perawatan akuarium harus dilakukan secara rutin agar ekosistem di
dalamnya tetap hidup dengan baik.

Masalah tersebut ternyata menginspirasi
Andie dan Dony dari X’otic untuk menggagas ide unik berupa akuarium
fantasi yang memberi solusi praktis dan ekonomis. Gagasan ini mulanya
muncul ketika mereka mendesain sebuah hotel butik di Kota Padang. Area
sempit yang terdapat di antara massa bangunan dan pagar pembatas
kaveling yang tinggi dimanfaatkan menjadi “sesuatu” yang bisa memberi
aura menyegarkan ke arah ruang dari arah dalam yang berupa ruang kafe.

Kemudian muncul ide untuk membuat taman kering yang mengimajinasikan konsep sebuah underwaterscape. Kosen aluminium yang berbentuk persegi horizontal seolah-olah menjadi bingkai (frame) yang membatasi pandangan ke arah luar sehingga menyerupai sebuah akuarium dalam versi tiga dimensi.

Dinding dilapis dengan bahan artifisial
menyerupai batu warna abu-abu dengan latar belakang hitam. Lekukan halus
batu sangat mirip dengan aslinya sehingga dari jauh akan terlihat
alami. Kemudian, “ikan koi” ditempatkan di antara batu dan seolah-olah
melayang dengan gerakan “lembut”. “Ikan-ikan” yang dibuat dari bahan
akrilik tersebut, dibuat semirip mungkin, baik dari ukuran, warna maupun
pola serta dari pola gerakan liuk tubuhnya sehingga menyerupai bentuk
aslinya.

Selanjutnya,
posisi “ikan” dibuat melayang dengan bantuan tiang besi yang menyangga
posisi maju mundur sang “ikan”.  Sebagai aksen ditempatkan “tanaman air”
juga dari bahan akrilik serta hiasan batu kristal Swarovski yang
dirangkai dalam untaian memanjang, mengimajinasikan makanan ikan.

Dengan pencahayaan dari uplight dan downlight
akan semakin memberi sensasi fantasi yang memukau yang dapat dilihat
dari balik jendela. Suatu ide kreatif yang unik dan solusi buat mereka
yang tidak memiliki waktu dan keterampilan dalam merawat akuarium yang
sebenarnya.

Lokasi : D’Ox Ville Hotel – Jalan Kampung Sebelah – Padang

Dekorasi : Andie & Dony dari X’otic

Foto : Tri Rizeki

The post Desain Read the rest

Desain Apartemen Personal & Berkelas

Desain Apartemen Personal & Berkelas

Bagaimana menciptakan hunian yang nyaman untuk beristirahat dan
mengakomodasi kebutuhan penghuninya? Bagaimana menata ruang yang sempit
seperti apartemen untuk kenyaman maksimal pemiliknya?

Hunian berupa apartemen yang berada di lantai dasar ini dapat menjadi inspirasi desain rumah yang nyaman.

Membangun Kesan Natural di Apartemen

Apartemen seluas 140 m2 ini berada di area ground floor sehingga dapat menikmati taman yang ada di sekitarnya.

Awalnya pemilik unit apartemen ini menginginkan apartemennya ditata
dengan langgam gaya minimalis. Tema “futuristik” yang identik dengan
karakter clean looks dengan menggunakan material modern seperti kaca dan
logam menjadi pilihan sang pemilik unit apartemen. Di sisi lain,
pemilik apartemen menghendaki sentuhan natural sehingga hunian terkesan
nyaman.

Untuk memenuhi harapan pemilik, arsitek mengembangkan konsep desain
berbasis gaya Zen ala Jepang, dengan beberapa penyesuaian dalam beberapa
hal.

Untuk melengkapi komposisi dinding berbahan material glossy
travertine yang disukai pemilik, arsitek memberikan aksentuasi dengan
cara menambahkan unsur batu alam pada salah satu dinding ruang duduk dan
salah satu dinding kamar tidur.

Selain itu, arsitek menggunakan elemen kayu solid pada furnitur
seperti perangkat set meja makan, pelapis kitchen cabinet, dan beberapa
furnitur built in dan loose furniture. Furnitur kayu tersebut di-finish
water base sehingga tetap terlihat karakter naturalnya dan secara tidak
langsung dapat tampil sebagai artwork yang indah.

KREDIT

Penulis: Mufliah Nurbaiti
Fotografer: M. Ifran Nurdin
Co-writer: Sumardiono

The post Desain Apartemen Personal & Berkelas appeared first on Majalah Griya Asri.

Source link Read the rest